SLI, MATAHARI DEPARTEMENT STORE, DAN DOMPET DHUAFA SOSIALISASI PROGRAM KLASTER MANDIRI DI DESA RANNALOE

SLI, Matahari Departement Store, dan Dompet Dhuafa Sosialisasi Program Klaster Mandiri di Desa Rannaloe

Gowa – Sekolah Literasi Indonesia (SLI) dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Dompet Dhuafa bersama mitra Matahari Departement Store menggelar Sosialisasi Program Klaster Mandiri di Desa Rannaloe Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, pada Kamis (20/10) di Aula kantor Desa Rannaloe.

Kegiatan ini dibuka Alimuddin, S.Pd., Kepala Desa Rannaloe dan dihadiri juga oleh aparat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, kepala puskesmas, babinsa, kepala dusun, karang taruna, komunitas mahasiswa rannaloe, kepala sekolah, guru dan masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut Alimuddin menyampai ucapan terima kasih kepada SLI yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) yang telah memilih Desa Rannaloe sebagai daerah penerima manfaat untuk program Klaster Mandiri. Menurutnya desa Rannaloe adalah desa potensial untuk dikembangkan dari segi pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pemaparan kegiatan apa saja yang dilaksanakan oleh program klaster mandiri, di antaranya pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pelatihan terhadap guru dan masyarakat, pembentukan komunitas literasi bagi guru dan masyarakat, perbaikkan unit kesehatan sekolah, pelatihan dokter kecil, dan pemantau gizi ibu dan anak.

 

Melati, Fasilitator Pendidikan SLI LPI DD menyampaikan kalau tidak ada negara yang kuat tanpa literasi sebab itulah saatnya budayakan gemari membaca. Asdinullah, Direktur LKC Sulawesi Selatan dan Nurul, Bidan Desa Dompet Dhuafa. Turut meyakinkan masyarakat bahwa dengan adanya program klaster mandiri ini, dapat menciptakan peningkatan kapasitas dan kemandirian desa.

Nampak suasana hangat dalam Sosialisasi tersebut, para penerima manfaat di antaranya sekolah dampingan MIS Guppi Rannaloe, MTS Guppi Rannaloe, MAS Guppi Rannaloe, TK Komunitas Menara, MIS Al Islam Guppi Ta’buakang, para penggiat literasi, dan tokoh masyarakat, menyambut program ini dengan sangat antusias. Mereka ingin segera program ini memberikan manfaat yg berkepanjangan untuk desa mereka.

 

Hal tersebut sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai dari program ini. Keterlibatan dan kemandirian pada tiga ekosistem yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Kemudian LPI DD bersama berharap di desa ini bisa bertransformasi dengan apik, baik dari segi pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sehingga Desa Rannaloe, bisa menjadi desa percontohan yang bisa direplikasi oleh desa lain, sebagai kampung literasi, yang masyarakatnya sehat dan sejahtera (MS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]