BENTUK KOMUNITAS GURU BELAJAR SEBAGAI UPAYA KEBERLANJUTAN POP SLI

Bentuk Komunitas Guru Belajar sebagai Upaya Keberlanjutan POP SLI

Salah satu upaya Sekolah Literasi Indonesia (SLI) dalam membangun rencana keberlanjutan Program Organisasi Penggerak (POP) adalah mewadahi dan memberdayakan potensi dan semangat guru serta kepala sekolah melalui Komunitas Media Pembelajaran (KOMED).

KOMED merupakan sebuah wadah belajar bagi guru – guru untuk berkarya menghasilkan media pembelajaran berkualitas dan sebagai tempat meningkatkan kualitas guru melalui beragam aktivitas serta pengayaan.

Tahun 2023 merupakan tahun terakhir pelaksanaan POP, oleh karena itu SLI fokus mendorong terwujudnya KOMED di wilayah sasaran POP agar ke depannya guru-guru dan kepala sekolah dapat lebih berdaya serta tetap berada di suatu wadah jangkauan dan pendampingan dari Program SLI Dompet Dhuafa.

Pembentukan Komunitas Guru melalui KOMED telah digagas dan diprakarsai oleh Kawan SLI 5 yang bertindak sebagai fasilitator daerah di masing-masing wilayah sasaran program.

Agenda kunjungan wilayah POP tersebut bertujuan dalam rangka meresmikan KOMED sekaligus memfasilitasi para pengurus KOMED dalam menyusun program kerja mereka. Pembentukan pengurus dan peresmian KOMED yang disahkan oleh kepala dinas tersebut dilasksanakan pada 17 Februari di Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Dompu, 18 Februari di Kabupaten Asahan, 23 Februari di Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa, 25 Februari di Kabupaten Bima, Kabupaten Donggala, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Lombok Timur, serta 28 Februari di Kabupaten Bogor.

Ruslianto, S.Pd., Kawan SLI 5 sekaligus pengurus KOMED wilayah Kabupaten Takalar merasa sangat bersyukur menjadi bagian dari KOMED, karena baginya dengan hadirnya KOMED di Kabupaten Takalar berarti semakin terbuka kesempatannya dalam mengembangkan potensi diri sebagai tenaga pendidik, menguatkan kerja sama sesama rekan guru lainnya serta berkesempatan membangun jejaring yang lebih luas.

“KOMED menjadi tempat kami para guru merefresh dan menggali potensi diri dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Takalar dan semoga kebermanfaatannya dapat lebih meluas bagi guru-guru lainnya di Kabupaten Takalar,” ungkap Ruslianto, S.Pd.

#ProgramOrganisasiPenggerak #KemendikbudristekRI #Kemendikbudristek #Kemendikbud #GuruPenggerak #SekolahPenggerak #GuruPemimpin #GuruKreatif #GuruLiterat #KomunitasMediaPembelajaran #KomunitasGuru #KomunitasBelajarGuru #KOMED #GerakanLiterasi #MediaPembelajaran #SekolahLiterasiIndonesia #LembagaPengembanganInsani #DompetDhuafaPendidikan #DompetDhuafa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]