Gerakan Masyarakat Cinta Baca: Sekolah Literasi Indonesia salurkan Tujuh Ribu Buku Anak ke 200 Sekolah Dasar yang Tersebar di Indonesia

Gerakan Masyarakat Cinta Baca: Sekolah Literasi Indonesia salurkan Tujuh Ribu Buku Anak ke 200 Sekolah Dasar yang Tersebar di Indonesia

“Buku bermutu merupakan kunci dalam meningkatkan minat baca anak. Seperti apa buku yang bermutu? Ialah buku yang membuat anak senang membacanya dan membuat ia ingin membaca buku-buku lainnya”. _Anonim_

Sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan perpustakaan sekolah tingkat dasar lebih sering dijejali buku pelajaran. Paradigma “yang penting ada buku” di perpustakaan masih melekat di banyak instansi persekolahan, sehingga banyak buku-buku yang tidak sesuai kebutuhan anak berjejer rapi di rak-rak perpustakaan dan hanya dipajang atau hanya dibaca saat jam pelajaran.

Kondisi demikian begitu massif, sedikit sekali sekolah yang mau mengalokasikan dana untuk membeli buku bacaan anak yang bermutu. Alasannya beragam, ada yang berkaitan dengan alasan kewenangan atau ketidaktahuan terkait standar buku bacaan anak yang bermutu. Kesediaan buku bacaan anak menjadi salah satu indikator rendahnya tingkat Literasi di Indonesia. Berbagai data, mulai dari PISA hingga ALIBACA menunjukan rendahnya minat baca anak Indonesia.

Meningkatkan minat baca menjadi PR bersama, oleh karenanya Sekolah Literasi Indonesia mencoba mengambil peran. Sepanjang Januari-Maret 2023 melalui program Gemari Baca (Gerakan Masyarakat Cinta Baca), SLI telah menyalurkan donasi 7000 buku ke 200 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti: sekolah-sekolah yang ada di Kab. Bima, kab. Dompu, Takalar, Hulu Sungai Utara, Batubara dan wilayah lainnya. Donasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan support ke sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan akan akses buku bacaan anak.

Buku-buku yang disalurkan merupakan buku bacaan anak bergambar dengan cover yang menarik. Konten buku bacaan sangat sesuai dengan kehidupan sehari-hari anak, didesain untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa buku itu merupakan satu bagian dari cerita mereka sehari-hari.

Kami berharap dengan donasi buku bacaan tersebut, sekolah mendapatkan sedikitnya gambaran mengenai buku bacaan yang berkualitas. Sehingga bisa termotivasi secara mandiri mengupayakan ketersediaan buku bacaan anak berkualitas. Kami juga berharap, anak-anak di sekolah-sekolah tersebut mulai tumbuh minat bacanya.” Ujar Muh. Shirli Gumilang, Manajer Sekolah Literasi Indonesia.

Penyaluran donasi buku Gemari Baca ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk sekolah-sekolah yang menerima donasi buku. Salah satu kepala sekolah yang menerima donasi buku ini mengatakan, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Buku-buku yang kami terima akan sangat bermanfaat bagi anak-anak. Kami jarang sekali mendapatkan buku seperti ini, mudah-mudahan semakin banyak donator yang memberikan donasi buku bacaan anak yang berkualitas”

Sekolah Literasi Indonesia  berharap donasi  buku ini menjadi pemantik untuk gerakan literasi yang lebih besar. Buku berkualitas merupakan sumber belajar penarik minat anak untuk membaca, namun guru yang berkualitas merupakan sumber belajar utama yang menjadikan aktivitas membacakan buku menjadi lebih menarik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]