WUJUDKAN PELITA DENGAN ASA, KANG ACEP GIGIH SEMARAKKAN RUANG BACA

Wujudkan PELITA dengan Asa, Kang Acep Gigih Semarakkan Ruang Baca

Kang Acep merupakan fasilitator program Duta Gemari Baca Batch 4 yang digebrakkan Sekolah Literasi Indonesia. Ketertarikan Kang Acep dalam dunia literasi tergerak saat kuliah. Saat itu para penggerak literasi dari berbagai daerah dan kampus di Indonesia berkumpul untuk berlatih, berdiskusi, dan bertukar pengalaman dalam dunia literasi. Ia sangat senang karena harapan itu tumbuh dalam benaknya, “Semoga suatu saat nanti saya bisa mendirikan taman baca di kampung sendiri seperti teman-teman yang lainnya.”

Ketika ia mengikuti berbagai macam pelatihan, teringat madrasah di desa yang menjadi ruang laboratorium literasi, tempat untuk mengabdi dan berbagi cerita pengalaman. Sebuah madrasah di Kp. Panunggangan, Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Biasanya madrasah digunakan anak-anak untuk belajar mengaji dan kegiatan masyarakat. Namun, jarang sekali ada kegiatan literasi dan membaca buku bacaan populer lainnya.

Sekolah Literasi Indonesia
Sekolah Literasi Indonesia

Ajak Guru Aktifkan Ruang Baca

Juli, 2021 menjadi langkah awal alumnus UIN Jakarta tersebut mengabdikan dirinya di dunia kerja. Kang Acep mengabdi di Madrasah Al-Ihsaniyyah. Di sana ia tak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga mengajak guru-guru madrasah untuk membuat kegiatan literasi di lingkup madrasah. Dimulai dari membereskan buku-buku bahan bacaan dan membaca buku yang ada. Bahan bacaannya saat itu belum cukup banyak, namun ia pantang menyerah untuk menyediakan buku bacaan menarik dan relevan di madrasah. Begitupun tahun berikutnya ia menginisiasi rumah baca sederhana di rumahnya.

Menginisiasi Taman Baca Al-Ihsaniyyah

Darah kelahiran Garut 1996 yang juga merupakan volunteer dari Dompet Dhuafa Volunteer Jawa Barat itu mengambil langkah inisiatif untuk menyeleksi buku bacaan yang ada di rumah. Guru-guru ikut terlibat dalam menyeleksi bahan bacaan yang dapat dibawa ke madrasah untuk anak-anak. Anak-anak ikut antusias dalam membaca walau sambil melihat gambar-gambar yang terdapat di buku bacaan. Koordinator guru literasi cukup berjalan dalam mengelola media sosial dan kegiatan literasi di madrasah. Mereka pun memberi nama Taman Baca Al-Ihsaniyyah. Ruang taman baca pun satu tempat bersama Madrasah Al-ihsaniyyah. Tak hanya di tempat ia mengabdi, ia juga menggerakkan literasi di lingkunagan tempat tinggalnya. Rumah buku di halaman rumah juga ia buat dengan sederhana. Anak-anak di sekitar rumah senang sekali bisa membaca dan bermain bersama.

Sekolah Literasi Indonesia

Kolaborasi Kuatkan Sinergi; Satu Per Satu, Harapan Menerangi

Tahun 2023, Kang Acep mulai melebarkan kolaborasi. Ia terpilih sebagai salah satu penerima program kepemimpinan di SDG Academy Indonesia. SDG ini merupakan sebuah program inovasi pengembangan kapasitas untuk pencapaian SDGs yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation, BAPPENAS RI, dan UNDP. Bersama 45 orang lainnya dari berbagai daerah belajar selama 5 bulan. Ia bersama 3 teman lainnya membuat sebuah projek sosial yang berkelanjutan dengan menggunakan Sustainable Business Model Canvas. Dibantu oleh mentor, Kang Acep dan kelompoknya menginisiasi sebuah projek pendidikan sosial bernama PELITA Madrasah: Penguatan Edukasi dan Literasi Madrasah. Hingga akhirnya ia berkesempatan mendapatkan gelar SDG-Certified Leader.

PELITA Madrasah ini menjadi ruang belajar bagi 20 guru Madrasah Diniyah di kabupaten Garut. Para guru mengikuti kegiatan lokakarya selama dua hari (5-6 Agustus 2023) mengenai metode appreciative inquiri, pohon geulis (Gerakan Literasi), dan story telling. Kang Acep bersama rekan-rekannya juga membagikan buku-buku bahan bacaan ke setiap madrasah. Lokakarya ini menghasilkan 3 buah karya cerita dongeng yang dibuat oleh guru-guru dengan kreatif dan imajinatif. Tidak hanya itu, hadir pula perpustakaan keliling dari DISPUSIP Garut untuk kegiatan literasi bersama 70 anak-anak sekolah sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi.

 

Mengenal Profil Singkat Kang Acep: Sang Pelopor dan Pemuda Pembelajar

Dikenal sebagi sosok yang humble, enerjik, cerdas, dan aktif beraktualisasi diri, kang Acep juga merupakan pemuda berprestasi yang sukses mengukir rekam jejak dengan beragam kegiatan yang telah mengantarnya bertemu dengan banyak relasi dan pengalaman, serta mengunjungi beragam daerah dan banyak negara. Pernah menjadi Duta Bahasa Provinsi Banten mewakili kampusnya, beberapa kali turut serta menulis dan menerbitkan buku, aktif di kegiatan kerelawanan sejak 2018, kerap diundang sebagai pembicara dan narasumber, serta tak kenal lelah menggerakkan literasi di mana pun berada. Sampai saat ini pun pemuda yang tumbuh dari keluarga yang berlatarbelakang pendidik ini terus merawat hobinya dengan menulis dan membaca, berkegiatan komunitas kerelawanan, serta menggarap projek-projek sosial lainnya. Baginya, waktu adalah nikmat yang harus selalu digunakan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]