Sekolah Literasi Indonesia

BEKALI PELITA 4 MATERI “PENGEMBANGAN KOMUNITAS” GUNA MEMPERSIAPKAN KEMANDIRIAN KOMUNITAS LITERASI BERBASIS WILAYAH

Sekolah Literasi Indonesia

Bekali PELITA 4 Materi “Pengembangan Komunitas” Guna Mempersiapkan Kemandirian Komunitas Literasi Berbasis Wilayah

Kontributor: Nurul Aulia
Editor: Fitriana Mahmuddin

Kelas Intensif Penggiat Literasi Indonesia (PELITA) angkatan 4 yang diselenggarakan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) telah memasuki pertemuan ketiga. Dilaksanakan pada Rabu, 20 Maret 2024 pukul 13.30 gingga 15.30 WIB Pertemuan rutin ini dilaksanakan melalui kelas online zoom dan dihadiri oleh 2 fasilitator SLI serta 30 peserta yang berasal dari 6 Kabupaten/ Kota di Indonesia yaitu Kota Medan, Kabupaten Batu Baru, Kota Pekanbaru, Kabupaten Banyuasin , Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Muna. Materi ini merupakan materi awal tentang literasi yang disuguhkan untuk seluruh calon PELITA.

Sekolah Literasi Indonesia

Topik kelas intensif yang difasilitasi oleh Nurul Aeni ini membahas tentang “Pengembangan Komunitas” sebagai bekal calon PELITA dalam mengembangankan dan atau menginisiasi komunitas literasinya di masa mendatang. Pada hakikatnya, manusia tidaklah bisa hidup sendiri, ia terlahir sebagai makhluk sosial yang memerlukan campur tangan orang lain untuk dapat menunjukkan kemampuan dan keterampilannya dalam rangka untuk berbuat kebaikan dengan visi dan misi yang ingin dicapai bersama, sehingga banyak bermunculan komunitas. Tak dipungkiri banyak yang memilih bergerak di beberapa komunitas dan banyak juga yang menginisiasi membentuk komunitas guna bisa menyalurkan kegemaran dan mengembangkan keminatannya masing-masing.

Salah satu komunitas yang sekarang lagi banyak digerakkan adalah komunitas literasi. Dikarenakan isu literasi Indonesia yang sangat rendah. Pergerakan untuk mengembangkan budaya literasi perlu semakin digalakkan, baik itu komunitas literasi guru, orang tua, masyarakat atau pun gabungan dari ketiganya.

Sekolah Literasi Indonesia

Merujuk tujuan program Pelita yang diinisiasi oleh Sekolah Literasi Indonesia ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan komunitas literasi berbasis wilayah. Peserta kelas intensif diberikan materi untuk menginisiasi komunitas literasi di masing-masing wilayah sebagai bentuk untuk mempersiapkan kemandirian.

Tahapan untuk menginisiasi komunitas literasi terdiri dari beberapa tahapan mulai dari tahapan membangun, merawat dan mengembangkan. Tahapan ini memerlukan komunikasi awal yang rutin untuk menentukan tujuan dan juga arah komunitas yang digerakkan. Tahapan ini biasanya dianggap tahapan yang paling mudah.

Sekolah Literasi Indonesia

Tahapan yang kedua adalah mengembangkan. Pada tahapan “Mengembangkan”, sudah mulai muncul pergerakan dengan pertemuan rutin anggota karena ini adalah sebuah proses belajar untuk bisa menjalankan program. Pendokumentasian serta publikasi sangat diperlukan untuk mencapai komunitas yang bisa berkembang dan terus bertumbuh.

Sedangkan tahapan yang ketiga adalah tahapan keberlanjutan, bagaimana komunitas bisa untuk menjadikan anggota menjadi penggerak, dan semakin meluaskan dampak dengan membangun jejaring serta saling kolaborasi. Semakin baik tahapan ini maka akan menghasilkan portofolio komunitas.

Proses membangun komunitas bukan proses sebentar. Karena untuk mencapai tujuan bersama ini diperlukan sistem yang teratur mulai dari struktur pengurusan yang jelas agar ada proses regenerasi. Tujuan bersama bisa tercapai dengan program yang dijalankan dengan kesepakatan bersama, bukan sepihak. Komunitas kecil lebih baik jika ada sistem keuangan yang teratur. Hal ini bisa menjadi kepercayaan saat komunitas mulai mengembangkan jejaring dengan komunitas ataupun pihak lain yang diajak bekerja sama. Semakin baik branding sebuah komunitas maka kepercayaan terhadap komunitas juga akan semakin baik. Komunitas yang bisa menjalankan kode etik dan value yang baik menunjukkan eksistensi komunitas.

Proses berikutnya yang paling penting diperlukan sebuah komunitas adalah mengembangkan komunitas. Proses ini adalah proses belajar para anggota komunitas dalam menjalankan program-program komunitas. Proses pengembangan komunitas dapat menggunakan prinsip POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controling). Komunitas yang baik memerlukan rencana (planning) yang terukur dan masuk akal. Pengaturan (organizing) sebagai proses manajemen para anggota komunitas untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Berbagai hal perlu dikomunikasikan untuk proses menjalankan program dengan maksimal. Selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah program berjalan dengan rencana (actuating) serta berjalan lancar. Walau prosesnya berjalan tetapi tetap diperlukan pengendali (controling) agar tujuan yang dicapai dengan cara yang diinginkan.

Sekolah Literasi Indonesia

Setelah komunitas bisa dijalankan oleh para anggota dengan baik, maka ke depannya akan menunjukkan komunitas yang memiliki rekam jejak yang baik serta terawat. Merawat komunitas dengan interaksi positif karena menunjukkan kebahagiaan saat bersama. Proses bertumbuhnya komunitas juga dirasakan bersama karena kepercayaan sudah tertanam pada diri anggota, dan semuanya akan berjalan jika adanya aturan yang mengikat namun saling menghargai sehingga terbentuk kekompakan.

Akhir dari pertemuan intensif ini semua peserta yang sudah terbentuk dari 6 wilayah akan membentuk sebuah komunitas literasi yang dijalankan di wilayah masing-masing. SLI akan melakukan pendampingan untuk komunitas-komunitas yang akan terbentuk di 6 wilayah ini. Semoga ini akan menambah dan memperkuat khasanah perjuangan membangun literasi di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]