SALURKAN HOBI LEWAT MEMBACA DAN MENULIS CERITA ANAK

Salurkan Hobi Lewat Membaca dan Menulis Cerita Anak

Dian Wahyu Puspitasari merupakan alumni Sekolah Literasi Indonesia program Audio Buku yang hingga saat ini terus aktif menggelorakan aktivitas literasi. Semangatnya patut diacungi jempol karena sosoknya yang tak kenal lelah menyibukkan diri dengan hal-hal positif.

Sejak di bangku Sekolah Dasar, dirinya sudah mencintai aktivitas menulis dan membaca. Disibukkan dengan aktivitas rumah tangga tak lantas membatasi ruang geraknya dalam menyuarakan pesan kebaikan lewat cerita yang ia sampaikan dari menulis dan membaca buku cerita anak.

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Sepenggal ungkapan yang tepat menggambarkan sosok ibu tiga anak yang tumbuh kecintaannya pada dunia Read Aloud. Berawal dari kebiasaan membaca yang dibangun sejak kanak-kanak sampai dewasa, lambat laun menjadi teman untuk mengisi aktivitas kesehariannya lewat giat komunitas. “Biar nggak sepi saya seringkali mengisi waktu luang saya dengan membaca buku,” ujarnya.

Perkenalannya dengan Read Aloud bermula dari mengikuti kegiatan pelatihan Read Aloud di Kota Depok dan beberapa kota lainnya hingga ia merasa tertarik menggagas Read Aloud di Semarang bersama rekannya. “Alhamdulillah komunitas Read Alous Semarang sudah terbentuk dan hingga sekarang sudah banyak kegiatan yang dilakukan offline dan online,” ujar perempuan berdarah Kendal, Jawa Tengah yang saat ini telah berdomisili di Sukabumi, Jawa Barat.

Berbekal pengalaman dan keterampilan dalam melakukan dongeng dan Read Aloud, Dian sempat mengambil bagian dan turut terjun langsung membersamai anak-anak penyintas Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur. Di sana ia berbagi kisah penyemangat untuk anak-anak. Senyum tawa anak yang tercipta merupakan energi yang merasuki jiwanya. Dian merasa sangat Bahagia terlibat di tengah-tengah mereka yang terkena kemalangan.

Selain itu, perempuan yang hobinya berolahraga dan beraktivitas baking ini juga punya talenta pada dunia Voice Over Talent. Ketertarikannya berawal pada karakter tokoh sebuah film yang disuarakan, lalu berkenalan dengan dubber Suneo, Agus Nurhasan. Dari situlah pintu belajar Voice Over terbuka untuknya. Baginya melokalisasikan produk audio visual lewat sulih suara adalah aktivitas yang menyenangkan.

Dian mengungkapkan bahwa menjadi dubber manfaatnya banyak. Selain untuk public speaking, belajar Voice Over juga belajar olah napas dan olah rasa. “Saya yang dapet rejeki punya sakit asma sangat terbantu dengan latihan napas. Olah rasa juga membantu saya mengontrol emosi, walaupun sebenarnya olah rasa itu dipakai saat membaca naskah tapi manfaatnya bisa dirasakan untuk keseharian saya sebagai ibu tiga anak yang Masyaallah aktif luar biasa,” ujarnya. Bahkan menekuni aktivitas Voice Over menjadi ladang penghasilan baginya. Seperti kata pepatah “Hobi yang dibayar”.

Tak cukup sampai di situ, sejak remaja, Dian juga telah aktif berkontribusi pada aktivitas menulis. Kerap kali ia mengirim tulisan pada majalah sekolahnya hingga pernah bekerja di sebuah media. Hingga saat ini Ibu tiga anak itu telah melahirkan banyak karya tulis.

Perempuan yang telah menciptakan banyak karya ini merasakan banyak manfaat dari menulis. Mulai dari bisa mencurahkan ide dan gagasannya, serta sebagai sarana mencurahkan perasaannya. Beberapa kali ia juga diundang menjadi narasumber untuk berbagi ilmu dan keterampilan menulis di ruang-ruang pelatihan.

Kecintaannya pada dunia tulis menulis telah ia tularkan pada anak-anaknya. “Alhamdulillah anak-anak saya sudah menerbitkan beberapa buku. Anak kedua saya diamanahi untuk jadi redaktur sebuah majalah anak,” jelasnya.

Selain menjadi praktisi Read Aloud, menulis dan dubber, ia juga saat ini mengelola Sukarobot. Sukarobot merupakan Lembaga pendidikan non formal yang fokus memberikan pendidikan informal bidang robotik yang dapat membangkitkan daya kreativitas, imajinasi dan inovasi anak.

Bagi Dian, kesibukannya saat ini adalah upaya menjadi versi terbaiknya. Ia percaya ketika berbuat baik, maka akan memperoleh ladang pahala yang berlimpah.

Saya teguh melakoni peran dan aktivitas saya saat ini, karena cara terbaik menjadi bermanfaat adalah dengan berbagi ilmu yang dimiliki. Sederhana sih, sesuatu yang bermanfaat bisa membangkitkan semangat” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]