MEMPERBAHARUI KEHIDUPAN, MERESTART TUJUAN

Memperbaharui Kehidupan, Merestart Tujuan

Oleh: Nurul Aeni

Pernahkah dalam kehidupan ini kita merasa salah melangkah? atau seringkah kita telah gagal dalam banyak hal? Sayangnya kehidupan kita tidak sama dengan program komputer yang terdapat tombol undo atau redo.

Saat kita salah mengetik, kita bisa menghapus teks yang salah.  Atau kita dapat mengembalikan teks yang mungkin sebelumnya kita anggap salah dengan menekan tombol undo. Namun, dalam kehidupan nyata, kita tidak dapat mengulangi dan menganggap seolah-olah tidak melakukan kesalahan apapun. Kita  dapat meminta maaf dan belajar dari kesalahan tersebut, sekalipun harus menahan beban moral rasa bersalah, malu, takut dan beban emosi lainnya.

Pernahkah Anda ingin memulai sesuatu yang baru? ingin tinggal di tempat baru atau rumah baru dan mengulang semuanya dari awal? Hal tersebut lumrah kita rasakan. Sayangnya, agar bisa melakukan itu, manusia selalu menunggu keajabiban atau momentum yang tepat. Pada nyatanya, jarang sekali keajaiban itu muncul. Dalam buku Renew Your Life, Dr. Muhammad Ghazali menghantarkan kita agar dapat memperbaharui kehidupan sesuai dengan fitrah manusia dan sesuai dengan syariat islam. Buku ini  dikemas dengan narasi yang indah serta dilengkapi berbagai kisah, buku ini sangat patut dibaca bagi mereka yang dilanda gundah gulana.

Selain buku ini banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sumber obat bagi manusia yang sering mengalami turbulensi kehidupan, buku ini juga dilengkapi dengan contoh kisah dari tokoh – tokoh terkenal seperti Abraham Lincoln, Franklin, dll.. Ia banyak mengutip pemikiran Dale Carnegie sebagai sumber referensi utama buku ini. Seolah Dr. M. Ghazali ingin mempertegas bahwa Al-Qur’an sebagai kitab utama umat muslim memiliki prinsip yang relevan sepanjang jaman, relevan dalam semua konteks dan relevan di berbagai belahan dunia manapun.

Di akhir tulisannya, Dr. Ghazali menjadikan refleksi sebagai salah satu metode awal dan akhir agar kita bisa memperbaharui kehidupan. Beruntungnya umat muslim, yang memiliki kebiasaan shalat di sepertiga malam. Shalat di waktu tersebut merupakan aktivitas refleksi yang efektif sehingga manusia bisa bangkit dari keterpurukan dan menjadi renew (baru kembali).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]