USWAH LEADERSHIP SEBAGAI MODEL KEPEMIMPINAN PARA CALON PELITA

USWAH Leadership sebagai model kepemimpinan Para Calon PELITA

Sekolah Literasi Indonesia

Penulis: Asmaul Husna
Editor: Fitriana Mahmuddin

Pembekalan Kelas Intensif Penggiat Literasi Indonesia (PELITA) angkatan 4 masih berlanjut. Materi kali ini dilaksanakan pada Sabtu, 04 Mei 2024 pukul 13.30 hingga 15.30 WIB yang seperti biasa dilaksanakan lewat virtual meeting via zoom.

Materi kali ini dibawakan oleh Muh. Shirli Gumilang sebagai Ketua Sekolah Guru Literat dengan tema “Menjadi Insan Literat, Pemelajar Sepanjang Hayat”. Kenapa materi ini menjadi bekal penting bagi para calon PELITA? Dan bagaimana cara menjadi Insan Literat?

Materi dimulai dengan pertanyaan reflektif tentang apa tujuan mengikuti PELITA dan apakah tujuan tersebut sudah tercapai? Pertanyaan ini seperti mengingatkan kembali agar tetap berada pada jalurnya ketika memutuskan mengikuti PELITA.

Sekolah Literasi Indonesia

Selanjutnya Shirli memberikan penjelasan mengenai USWAH Leadership Model. Dan ini adalah salah satu model kepemimpinan yang dirumuskan dan digunakan di Dompet Dhuafa dan diharapkan juga ada pada diri para calon PELITA nantinya. Model Kepemimpinan ini sendiri bersumber dari ayat Al Quran yaitu Surah Al Ahzab 21 yang berbunyi “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri tauladan (uswah) yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari akhir dan dia banyak menyebut Allah.”

Lalu seperti apakah perumpamaan USWAH Leadership ini? Bersumber dari surah Ibrahim ayat 24-25 tentang perumpaan pohon yang baik yang memiliki akar yang teguh dan cabang menjulang ke langit, maka model kepemimpinan ini diturunkan menjadi 4 komponen penting yaitu, akar, batang, ranting dan buah.

Akar mewakili integritas yang terdiri dari iman, ibadah, adab, dan amanah. Lalu batang mewakili kompeten yang terdiri dari konsep diri, manajerial dan komunikasi. Selanjutnya ada ranting yang diumpakan cendekia dan terdiri dari pemikir, pembelajar dan pengamal, sedangkan buah/daun diumpakan sebagai transformatif yang terdiri dari visioner, produktivitas, kontribusi, dan kolaborasi.

 

Sekolah Literasi Indonesia

Dari keempat komponen kepemimpinan ini, para calon PELITA pun dibagi menjadi 4 kelompok dan diminta untuk menuliskan ingin jadi PELITA ideal yang seperti apa untuk kemudian dibacakan dan dipahami bersama. Misalnya tentang konsep diri seperti apa yang ingin dibangun? Pemikir dan Pemelajar seperti apa yang ingin dibentuk? dan Pengamal serta kontribusi apa yang bisa diberikan ke depannya sebagai seorang Penggiat Literasi.

Pertemuan pun ditutup dengan pertanyaan refleksi mengenai 3 hal yang ingin di implementasikan setelah mengikuti pelatihan ini berdasarkan USWAH Leadership Model ini. Dan juga mengisi Refleksi Perkembangan Diri secara pribadi untuk melihat sejauh apa USWAH Leadership ini sudah diterapkan dalam keseharian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]