PENTINGNYA MENDONGENG DALAM PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN

Pentingnya Mendongeng dalam Pendidikan dan Pengasuhan

Oleh: Andi Ahmadi

Bulan November-Desember 2021 kemarin, saya mengikuti kegiatan mentoring mendongeng yang diadakan oleh Dongeng Academy. Tujuan awal sih agar bisa mendongeng untuk anak sendiri dan anak-anak di sekitar tempat tinggal saya. Namun, setelah saya mengikuti rangkaian kegiatannya, saya tersadarkan bahwa mendongeng itu adalah salah satu cara yang efektif dalam menyiapkan generasi masa depan yang kuat dan tangguh. Saya pun jadi terpacu untuk semakin mendalami keterampilan ini.

Sebagai guru dan orang tua yang terlibat langsung dalam proses pendidikan dan pengasuhan, sudah selayaknya kita memiliki kemampuan mendongeng, meskipun hanya keterampilan dasar. Keterampilan mendongeng akan menjadi nilai lebih bagi seseorang, apapun profesinya.

Kenapa harus dongeng? Bukannya dongeng itu hanyalah cerita fiktif? Mungkin sebagian dari kita juga pernah terlintas pertanyaan seperti itu. Nah, sebelum terlalu jauh bahas tentang dongeng itu seperti apa, mari kita pahami dulu maknanya.

Padanan kata yang paling mendekati dengan makna dongeng adalah bertutur, atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan oral storytelling. Apa bedanya dengan story telling biasaStory telling artinya bercerita, dalam pelaksanaannya bisa menggunakan apa saja, tidak harus melalui suara. Sedangkan oral story telling (bertutur) pasti menggunakan suara. Selain itu, story telling bisa dilakukan kepada semua jenjang usia, sedangkan mendongeng hanya dilakukan kepada anak-anak. Di beberapa referensi, mendongeng disebut juga dengan story telling for kids.

Lalu, apa manfaat dari mendongeng?

Kalau ditanya apa manfaat mendongeng, sebagian besar orang pasti akan menjawab untuk menumbuhkan karakter pada anak. Jawaban tersebut tentu saja benar, tapi sesungguhnya manfaat mendongeng tidak hanya itu. Berikut adalah beberapa manfaat mendongeng yang perlu kita ketahui.

  • Meningkatkan kemampuan berbahasa

Mendongeng adalah aktivitas bertutur yang di dalamnya mengandung kata, kalimat, ungkapan, dan sebagainya. Dengan demikian, ketika kita sedang mendongeng untuk anak pada dasarnya kita sedang mengajarkan kemampuan berbahasa kepada mereka. Bahkan sesungguhnya bukan hanya anak, tetapi kita yang mendongeng juga sedang mengasah kemampuan berbahasa.

  • Mengasah imajinasi

Saat mendongeng, kita sedang mengajak anak untuk membayangkan tentang adegan, peristiwa, kondisi, dan hal lain yang terdapat dalam cerita. Misalnya membayangkan tentang seekor kura-kura yang berenang menyelamatkan monyet yang tenggelam, seekor kelinci yang kalah lomba lari dengan kura-kura karena ketiduran, dan lain sebagainya. Kemampuan berimajinasi tersebut nantinya sangat penting untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak.

  • Menumbuhkan karakter

Semua orang pasti setuju bahwa mendongeng adalah salah satu cara untuk menumbuhkan karakter kepada anak, bahkan bisa jadi merupakan cara yang paling efektif. Menurut saya pribadi, mendongeng adalah cara terbaik membentuk karakter anak tanpa harus menggurui, tanpa harus meneriaki, tapi pesannya kuat tersimpan di memori. Anak-anak itu lebih mudah menangkap dan mengikuti pesan dalam sebuah cerita ketimbang nasihat yang langsung disampaikan kepadanya.

  • Mengasah kompetensi

Sebagian orang tidak menyadari bahwa mendongeng itu juga bisa mengasah kompetensi anak. Misalnya dongeng yang di dalamnya terdapat tips menjaga diri agar terhindar dari pelecehan seksual, tentang cara bertindak ketika terjadi bencana alam, tentang tata cara berwudhu, dan lain sebagainya. Artinya, cerita dongeng bisa kita sesuaikan dengan apa tujuan yang kita harapkan.

Tapi, saya kan tidak bisa mendongeng.

Tenang, mendongeng itu merupakan ability (kemampuan), skill (keterampilan), dan art (seni). Artinya, semua orang pasti mampu melakukannya. Siapa sih di antara kita yang tidak bisa bertutur/berkisah? Bahkan tanpa disadari sebagian di antara kita sudah melakukannya kepada anak-anak kita. Entah itu mendongeng menggunakan buku, menceritakan kisah-kisah nabi, atau cerita yang kita karang sendiri.

Oleh karena itu, bagi yang sudah memulai, mari terus mendongengkan kisah untuk anak-anak sebisa kita. Sehancur apapun cara kita mendongeng, anak-anak pasti akan suka, karena karakteristik anak-anak itu memang suka mendengarkan cerita. Bagi yang belum pernah mendongeng untuk anaknya, mari mulai mencoba dari sekarang.

Berbeda halnya jika kita ingin menjadi pendongeng profesional, maka kemampuan saja tidak cukup. Butuh keterampilan dan seni dalam melakukannya. Apa saja keterampilan dan seni dalam mendongeng, serta bagaimana cara mengasahnya, semoga bisa saya sampaikan dalam tulisan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]