BUDAYAKAN LITERASI SEJAK DINI, KAWAN SLI CIKULUR GELAR KAWAN MENDONGENG

Budayakan Literasi Sejak Dini, Kawan SLI Cikulur Gelar Kawan Mendongeng

Cikulur – Kamis (02/06) Konsultan Relawan (Kawan) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Kecamatan Cikulur menggelar Kawan Mendongeng se-Kabupaten Lebak guna membudayakan literasi melalui dongeng.

Kawan Mendongeng diadakan di SDN 3 Sukadaya Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Pada kesempatan tersebut, Kawan Ara, Fasilitator Kawan SLI membawakan dongeng bertajuk “Daun Kering dan Daun Basah”. Kegiatan tersebut diikuti 100 lebih siswa dan 7 guru dengan antusias.

Aktivitas mendongeng menjadi salah satu alternatif efektif pada proses penyampaian pembelajaran kepada siswa. Kawan SLI melaksanakan kegiatan Kawan Mendongeng sebagai upaya modeling dan referensi aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Aktivitas mendongeng juga bisa menggugah semangat para siswa untuk menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS).

Di awal kegiatan, Kepala SDN 3 Sukadaya memberikan arahan kepada siswa dan guru, agar kiranya fokus dan menaruh perhatian penuh pada jalannya dongeng. “Dengarkan, pahami dan petik pembelajaran dari dongeng yang akan dibawakan oleh Kawan SLI,” ungkap Memen Maeni dihadapan para peserta dongeng.

Kegiatan dongeng tersebut, tak hanya dibawakan Kawan Ara. Ia juga menyertakan media berupa boneka yang dinamai Hombie, sebuah boneka tangan yang diberikan ilusi suara sehingga seolah-olah hidup.

Sebelum memulai kegiatan mendongeng, aktivitas semarak itu diawali dengan bernyanyi dan berkenalan. Hal ini dilakukan untuk menarik atensi siswa.
“Aku pasti tidak akan bermanfaat lagi setelah ini” Kawan Ara menirukan suara si daun kering yang sudah tua. setelah disisipkan percakapannya dengan si Hombi.

Dongeng yang disampaikan menceritakan tentang kisah daun kering yang merasa tidak akan bermanfaat lagi di usia tuanya. Ia bersedih sepanjang hari. Daun basah yang masih muda dan hijau mencoba menghiburnya dan mengatakan jika daun kering setelah ini pun bisa tetap jadi makhluk yang bermanfaat.

Kawan membawakan dongeng dengan penuh penghayatan, sehingga mampu membangun interaksi bersama anak, serta mengajak anak untuk menirukan gerakan dan suara yang disampaikan si pendongeng. Anak-anak sangat aktif dan antusias mengikuti setiap gerakan dan kata yang diperagakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]