Aceh Tamiang — Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang bersama Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Pelepasan Relawan Pendidikan untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Selasa (19/05). Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, organisasi mitra, serta relawan pendidikan.

Kegiatan pelepasan relawan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif dalam memperkuat penjangkauan Anak Tidak Sekolah (ATS) di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Sepriyanto, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap peran para relawan pendidikan sebagai garda terdepan dalam penjangkauan ATS di daerah.
“Relawan pendidikan ini akan menjadi garda terdepan dalam menjangkau anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal. Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari hak pendidikannya,” ujar Sepriyanto.

Sementara itu, Desi Elvera Dewi selaku Tim Kerja Kemitraan Direktorat PNFI Kemendikdasmen menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam upaya penanganan ATS.
“Dalam hal ini, kami di tingkat pusat tentu memiliki keterbatasan untuk menjangkau secara langsung ATS di berbagai daerah. Karena itu, membangun mekanisme kolaborasi bersama mitra-mitra yang telah memiliki pengalaman, jejaring, dan kerja nyata di wilayah masing-masing menjadi salah satu langkah konkret yang kami lakukan,” ujar Desi.

Ketua Tim Relawan Dompet Dhuafa, Muh. Shirli Gumilang, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dijaga bersama, terlebih dalam situasi kerentanan akibat bencana.
“Jangan sampai ada anak yang masih tidak mendapatkan hak belajarnya. Hak anak untuk mendapatkan pendidikan layak adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai juga karena Aceh terdampak banjir, ada anak yang putus sekolah karenanya,” tegas Shirli.

Selain Dompet Dhuafa sebagai mitra Direktorat PNFI, kegiatan ini juga dihadiri oleh koordinator dan relawan dari Salam Aid serta PD Aisyiyah Aceh Tamiang yang turut terlibat dalam penguatan penjangkauan dan pendampingan ATS di wilayah Aceh Tamiang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan relawan pendidikan dalam memastikan seluruh anak mendapatkan akses terhadap pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Kegiatan Koordinasi dan Pelepasan Relawan Pendidikan Tahun 2026 sendiri dilaksanakan serentak di 10 daerah lainnya sebagai bagian sasaran dari program nasional penanganan ATS yang diinisiasi Direktorat PNFI Kemendikdasmen. (mSg)