SLI Resmi Luncurkan Program Tunas Literasi 2026, Siapkan 15 Remaja Menjadi Penggerak Literasi di Daerah

Bogor, Juli 2026 – Sekolah Literasi Indonesia (SLI) resmi meluncurkan Program Tunas Literasi 2026, sebuah program pengembangan kepemimpinan dan literasi bagi remaja usia 13–18 tahun. Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan melalui berbagai aksi literasi di komunitasnya.

Sebanyak 15 remaja telah terpilih sebagai Tunas Literasi dan akan mengikuti proses pembinaan selama enam bulan. Mereka berasal dari lima Taman Bacaan Masyarakat (TBM), yaitu Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar (Solok), Rumah Baca 4 Jagoan (Bogor), TBM Rumah Baca Anak Nagari (Agam), TBM Umah Ilmu Pasilian (Tangerang), dan Sanggar Anak Tumbuh (Bantul).

Selama mengikuti program, para peserta memperoleh dukungan beasiswa, pembinaan karakter, pendampingan, keterlibatan aktif dalam kegiatan komunitas literasi, serta kesempatan melaksanakan proyek aksi literasi di wilayahnya masing-masing.

Peluncuran program dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Minggu, 19 Juli 2026, dan diikuti oleh seluruh peserta bersama lima orang fasilitator yang akan mendampingi pelaksanaan program di masing-masing TBM.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Muh. Shirli Gumilang, Kepala Departemen Sekolah Guru dan Literasi Transformatif, serta Andi Ahmadi, Ketua Sekolah Literasi Indonesia (SLI). Dalam sesi pembinaan, Muh. Shirli Gumilang menyampaikan materi Konsep Hijrah yang mengajak para peserta memiliki tujuan hidup yang jelas, berani berubah menjadi lebih baik, memilih lingkungan yang positif, mampu beradaptasi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua SLI, Andi Ahmadi, menjelaskan mekanisme pelaksanaan program sekaligus meresmikan dimulainya Program Tunas Literasi 2026. Ia juga memperkenalkan 7 Nilai TUNASKU (Tunas Literasi Karakterku) sebagai fondasi karakter yang akan ditumbuhkan selama proses pembinaan berlangsung. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk berkembang sebagai pribadi yang berkarakter, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Setelah sesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan khusus bagi lima fasilitator yang akan mendampingi peserta selama program berlangsung. Dalam sesi tersebut, fasilitator memperoleh penjelasan mengenai peran, mekanisme pendampingan, serta langkah-langkah pelaksanaan program agar proses pembinaan di setiap TBM dapat berjalan secara optimal selama enam bulan ke depan.

Melalui Program Tunas Literasi, Sekolah Literasi Indonesia berharap lahir generasi muda yang memiliki semangat belajar sepanjang hayat, kepemimpinan yang kuat, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menghadirkan perubahan melalui gerakan literasi di komunitasnya. Program ini menjadi salah satu ikhtiar SLI dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan di daerah masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA