
Kelas Intensif Penggiat Literasi Indonesia (PELITA) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Angkatan 6 menjadi ruang penguatan bagi para penggiat literasi dalam memperdalam pengetahuan, keterampilan, serta perspektif untuk membangun kawasan berbasis literasi.
Sebanyak 15 peserta yang berasal dari Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Kabupaten Ende, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 16–19 April 2026 di Zona Madina Dompet Dhuafa ini menghadirkan berbagai materi kunci. Di antaranya adalah nilai-nilai Dompet Dhuafa dalam gerakan pemberdayaan literasi, literasi sebagai jalan membangun masyarakat madani, penguatan PELITA SLI sebagai gerakan sosial berbasis kawasan, hingga perancangan program literasi yang kontekstual dan berdampak. Peserta juga dibekali dengan teknik dasar fasilitasi sebagai bekal dalam mendampingi masyarakat di wilayah masing-masing.

Tidak hanya berlangsung di dalam kelas, proses pembelajaran juga diperkaya melalui berbagai pengalaman bermakna. Kegiatan seperti macakrida, pembiasaan literasi pagi, dan pentas literasi budaya menjadi bagian dari proses penguatan karakter dan kebersamaan peserta. Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan belajar ke TBM Warung Baca Anak Lebak Wangi (Warabal) untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan taman bacaan masyarakat dalam memberdayakan komunitas.

Ketua Sekolah Literasi Indonesia, Andi Ahmadi, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan para penggiat PELITA SLI memiliki kesamaan visi dan nilai, serta pemahaman dan keterampilan yang mumpuni dalam mengembangkan program literasi di wilayah masing-masing. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan literasi yang berkelanjutan.
Kelas intensif ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga langkah strategis dalam menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat melalui gerakan literasi yang terarah dan kontekstual.