SLI Gelar Diseminasi Praktik Baik & Rembuk Literasi di Empat Daerah, Libatkan 185 Peserta dan Kukuhkan 11 PELITA Daerah

Sekolah Literasi Indonesia (SLI) melalui program PELITA menggelar rangkaian Diseminasi Praktik Baik dan Rembuk Literasi Daerah di empat wilayah—Kota Bandung, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Pasuruan—pada akhir November hingga awal Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem literasi daerah yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan di empat titik ini menghadirkan 185 peserta dari unsur orang tua, guru, pegiat literasi, Duta Gemari Baca, pemerintah daerah, hingga komunitas membaca. Program PELITA sendiri telah bekerja bersama 11 sekolah mitra, didukung 84 guru dan tenaga pendidik, serta memberi dampak tidak langsung bagi 931 anak. Selain itu, terdapat 20 Duta Gemari Baca yang memperkuat jejaring literasi di empat wilayah tersebut.

Pada rangkaian kegiatan ini, SLI juga mengukuhkan 11 PELITA daerah yang akan menjadi motor penggerak literasi lokal. Pengukuhan dilakukan oleh pemerintah daerah di masing-masing wilayah: 3 PELITA Kota Bandung, 3 PELITA Kabupaten Brebes, 2 PELITA Kabupaten Sleman, dan 3 PELITA Kabupaten Pasuruan.

Rangkaian dibuka di Kota Bandung (27 November 2025) yang dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Ibu Dewi Karniasari, S.Sos., M.A., yang mengukuhkan 3 PELITA Bandung. Kegiatan berlanjut di Kabupaten Brebes (29 November 2025) dengan pengukuhan 3 PELITA Brebes oleh Kabid Perpustakaan, Bapak Kursin, S.Sos., M.M.

               PELITA Kota Bandung
               PELITA Kab. Brebes

Di Kabupaten Sleman, kegiatan berlangsung hangat dengan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Mustadi, S.Sos., M.M., serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ibu Dra. Shavitri Nurmala Dewi, M.A., yang mengukuhkan 2 PELITA Sleman. Rangkaian ditutup di Kabupaten Pasuruan (4 Desember 2025) dengan pengukuhan 3 PELITA Pasuruan oleh Kabid Perpustakaan, Ibu Widji Juli Kurnia, S.Sos., M.M., bersama pustakawan senior Bapak Yusmiarto Eben, S.IP.

              PELITA Kab. Sleman
               PELITA Kab. Pasuruan

Di setiap wilayah, diseminasi menampilkan karya praktik baik sekolah mitra, guru, orang tua, dan anak-anak. Sementara itu, Rembuk Literasi Daerah menghadirkan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk merumuskan rencana aksi kolaboratif pascaprogram, termasuk penguatan perpustakaan desa, ruang baca keluarga, dan inisiatif literasi berbasis komunitas.

SLI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah, sekolah mitra, komunitas literasi, relawan, dan orang tua. Semangat yang tumbuh di empat daerah ini menjadi modal kuat untuk menghadirkan lebih banyak ruang membaca, belajar, dan tumbuh bagi anak-anak Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA