RELAWAN AUDIO BUKU CILIK YANG MENGINSPIRASI

Relawan Audio Buku Cilik yang Menginspirasi

Penulis: Agustia
Redaktur Fitriana Mahmuddin

Kecil-kecil cabe rawit! Ungkapan tersebut sangat tepat menggambarkan sosok sang relawan audio buku yang usianya paling muda di antara ratusan relawan lainnya. Salwa namanya. usianya masih belia dan saat ini baru beranjak remaja namun semangatnya dalam mengembangkan diri di bidang literasi begitu besar.

Sejak kecil ia sudah akrab dengan buku dan bacaan-bacaan yang dikenalkan oleh Ibunya, maka tak heran ia menjadi sangat gemar membaca buku, senang berlama-lama di perpustakaan dan membawa buku ke mana pun kakinya melangkah.

Salwa, seorang remaja berusia 13 tahun yang saat ini duduk di bangku kelas 7 SMPN 24 Jakarta Timur, sewaktu kecil mengalami speech delay. Hari demi hari berlalu, waktu bergulir dan karena kerja kerasnya serta upaya dari Ibundanya, Salwa telah melalui masa-masa sulitnya ketika menderita speech delay dan kini meraih sejumlah penghargaan dan prestasi luar biasa dalam lomba membaca dan menulis. Selain itu, Salwa memiliki hobi yang sangat dia cintai, yaitu melukis, yang telah membawanya meraih beberapa juara dalam berbagai kompetisi seni melukis. Tidak hanya itu, Salwa juga menunjukkan cintanya pada dunia literasi dengan menjadi seorang relawan di Relawan Audio Book 2023.

Di sekolah, Salwa adalah seorang pecinta buku yang tak kenal lelah menyelami bacaan. Ia sering menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk membaca berbagai jenis buku. Kegemarannya ini memicu dukungan dari para guru di sekolah, yang mendorongnya untuk mengikuti berbagai kompetisi membaca, menulis, dan dongeng.

Tak hanya dunia baca tulis, Salwa juga memiliki minat dan bakat dalam dunia seni. Ia amat gemar menggambar. Berkat hobinya tersebut, ia sering mengikuti berbagai lomba dan menjadi pemenang. Baginya menggambar atau pun mewarnai adalah aktivitas yang sangat menyenangkan karena bisa berimajinasi sekaligus berkreasi.

Jika ditanya siapa yang menjadi sumber inspirasi utama dalam hidupnya, Salwa akan selalu menjawab, “Ibu”. Bagi Salwa, ibu adalah sosok yang tak ternilai harganya. Sejak kecil, Salwa mengalami speech delay, bahkan sampai usianya mencapai 5 tahun, dia tak dapat bersuara sama sekali, hingga ada yang menganggapnya bisu. Sehingga, ibunya berhenti bekerja agar bisa fokus pada stimulasi tumbuh kembang Salwa, seperti rutin membacakan buku-buku kesukaan Salwa.

Kurang lebih setahun, terjadi keajaiban melalui kegiatan membaca nyaring yang sering dipraktikkan oleh Ibunda Salwa, yang membuat Salwa mampu berkomunikasi., yang membuat Salwa mampu berkomunikasi. Hingga saat ini, Salwa telah tumbuh menjadi remaja yang penuh gairah dan cinta terhadap buku.

Malangnya, di tahun 2018, Salwa kehilangan ayah yang sangat dicintainya untuk selamanya. Ibunya kemudian hanya menjadi buruh lepas agar dapat fokus dalam mendampingi Salwa dan adiknya. Hal tersebut terpaksa dilakoni Ibu Salwa karena kondisi yang sulit untuk bekerja secara full-time. Berkat kerja keras dan tak kenal kata menyerah dari ibunya, Salwa mencapai banyak prestasi. Dari pengalamannya tersebut, Salwa ingin menyampaikan pesan penting kepada setiap orang tua di luar sana, bahwa kegiatan sederhana seperti membaca nyaring memiliki dampak yang sangat luar biasa dalam perkembangan komunikasi dan berpikir kritis anak.

Sebagai bentuk rasa cinta dan terima kasih kepada ibunya yang tak terhingga, Salwa bahkan menulis sebuah buku khusus yang didedikasikan untuknya, berjudul “Ibuku Inspirasiku.”

Salwa tidak hanya mengembangkan bakatnya secara individu, tetapi juga secara aktif terlibat dalam kegiatan kerelawanan dan mengikuti berbagai workshop, baik yang diselenggarakan secara daring maupun luring. Sejak masa SD, Salwa sering ikut dalam bedah buku dan review buku yang diadakan oleh penerbit yang berkunjung ke perpustakaan sekolahnya. Baginya, kegiatan ini adalah cara yang efektif untuk terus mengasah bakatnya.

Salah satu momen penting dalam pengembangan bakatnya adalah saat mengikuti Workshop Read Aloud di Perpustakaan Jakarta Selatan bersama Kak Tari dan Kak Aryo dari Ayo Dongeng pada bulan September 2023. Melalui kegiatan ini, Salwa juga mengikuti kegiatan kerelawanan sebagai Relawan Audio Book 2023 dan Read Aloud bareng SIBI, Litara Foundation- Let’s Read + komunitas Read Aloud. Salwa tak hanya memperluas pengetahuannya, tetapi juga berkesempatan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa dengan bidang yang Salwa tekuni. Salwa merasa senang ketika bisa membantu orang lain, dan jika ada permintaan bantuan, dia selalu dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan.

Dengan keterampilan membaca yang dimiliki seseorang, maka kemampuan dalam tulis menulis juga akan terbentuk. Dua keterampilan tersebut mengantarkan insan manusia menjadi sosok yang literat dan menjadi pribadi yang berwawasan luas. Seperti halnya Salwa. Ia tumbuh dengan dikelilingi buku bacaan dan cerita-cerita yang didongengkan ibunya. Sejalan dengan waktu Salwa semakin berkembang dan tidak terlepas dari pengaruh buku yang senantiasa menemani harinya.

Salwa sangat senang membaca buku di mana pun dan kapan pun. Tak hanya di sekolah atau pun di rumah, ketika Salwa bepergian, bukunya nyaris tak pernah absen menghiasi isi tasnya. Ia juga kerap membacakan buku untuk adik semata wayangnya. Hal tersebut menjadikannya akrab dengan dunia story telling d/dan read aloud. Remaja yang bercita-cita menjadi Dokter itu sering mengikuti tantangan yang berkaitan dengan buku atau bacaan. Selain hobi, ada sosok yang paling berjasa mendorong Salwa merawat minat dan bakatnya. Adalah sosok yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Bermula dari seringnya Ibunda Salwa terlibat pada event atau kegiatan pengembangan literasi. Salwa pun kecipratan semangat belajar dan terlibat pada kegiatan positif. Termasuk proyek Relawan Audio Buku yang diselenggarakan oleh SLI bekerja sama dengan Let’s Read Indonesia.

Salwa kali ini bukan hanya menjadi penikmat audio buku yang biasa ia dengarkan dari gawai pintar ibunya, melainkan Salwa juga turut serta menciptakan karya yang sudah tayang di youtube Gemari Baca SLI DD dan tentunya sudah bisa didengarkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Umur boleh muda dan raga boleh kecil, tapi semangat belajar dan berkarya gadis remaja yang bercita-cita menjadi dokter itu seperti langit yang luasnya tak terkira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Muna (18/05) – Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) Angkatan 4 Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi program[…]