KAWAN SLI 5 BIMA BEKALI KETERAMPILAN LITERASI KEPADA PENGELOLA TBM 

Kawan SLI 5 Bima Bekali Keterampilan Literasi Kepada Pengelola TBM

Oleh: Fitriana Mahmuddin

Sebagai ikhtiar mengembangkan budaya literasi dan menumbuhkan semangat kolaborAksi, Kawan SLI 5 Program Organisasi Penggerak (POP) Kabupaten Bima menghimpun para pemuda di wilayahnya untuk dibekali pengetahuan dan keterampilan guna pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pelita Rupe dan TBM Nggira. Pendampingan kedua TBM yang berada di Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima tersebut berlangsung pada Minggu (18/12).

Kegiatan pendampingan TBM yang berlangsung di tepi pantai Dunu, Desa Dunu, Kecamatan Langgudu tersebut diikuti 20 orang relawan penggiatn TBM yang merupakan gabungan dari pelajar SMA, mahasiswa dan juga guru.

Rangkaian kegiatan pendampingan literasi mencakup Fun Reading Activities (FRA) dan Fun Literacy Activities (FLA) dengan tujuan mengoptimalkan peran para penggiat agar ke depannya mampu memberikan aktivitas yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak yang kerap mengunjungi TBM. Demi mengeratkan bounding relawan TBM, Kawan SLI 5 juga memfasilitasi mancakrida dan fun game di sela-sela transfer pengetahuan.

Rosmala, Kawan SLI 5 mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi batu loncatan untuk mengembangkan budaya literasi di tanah kelahirannya. “Saya senang sekali bisa terlibat pada pendampingan ini, karena melihat semangat dan kemauan para relawan uang ingin berbuat sesuatu yang berdampak positif, terutama di bidang Pendidikan dan literasi,” ujar Rosmala.

Selanjutnya, bentuk rencana tindak lanjut pasca giat pendampingan penggiat TBM adalah implementasi FRA dan FLA di TBMnya masing-masing. “Setelah implementasi aksi literasi dilakukan, para penggiat rencananya akan kembali difasilitasi pada forum pertemuan selanjutnya untuk mengetahui progres masing-masing,” tutur Rosmala.

“Ilmu yang diberikan sangat membantu aktivitas di TBM kami, kami semakin bertambah semangat untuk menebarkan literasi, apa yang diberikan benar-benar sangat mendukung, kita sangat senang dan berterima kasih kepada SLI karena menjadikan TBM kami sebagai dampingannya,” ujar Nura, Pendiri TBM Nggira.

Nura berharap ke depannya banyak yang terlibat menggerakkan kegiatan literasi di TBM mereka. “Tantangan yang kami hadapi saat ini adalah relawan penggerak TBM kebanyakan merupakan mahasiswa yang berkuliah di kota, sementara mereka baru bergerak saat libur kuliah, sehingga ke depannya semoga semakin banyak masyarakat umum yang mau ikut bergerak,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Bantul,Yogyakarta – Dompet Dhuafa bersama  (KOMED) Komunitas Guru Media Pembelajaran   sebagai wadah belajar bagi para guru[…]