Gerakkan Masyarakat Mencintai Membaca, SLI dan Lets Read Selenggarakan Pembekalan Pembaca Audio Buku

Gerakkan Masyarakat Mencintai Membaca, SLI dan Lets Read Selenggarakan Pembekalan Pembaca Audio Buku

Gerakkan Masyarakat Mencintai Membaca, SLI dan Lets Read Selenggarakan Pembekalan Pembaca Audio Buku

Gerakkan Masyarakat Mencintai Membaca, SLI dan Lets Read Selenggarakan Pembekalan Pembaca Audio BukuBogor – Minggu (20/03). Sebagai ikhtiar meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia, Sekolah Literasi Indonesia (SLI) mengajak para penggiat literasi untuk terlibat dalam gerakan membuat audio buku. Audio buku sendiri adalah rekaman teks buku atau bahan tertulis lainnya yang dibacakan seorang atau sekelompok orang pembaca buku. Untuk menyukseskan proses audio buku, SLI bekerja sama dengan Let’s Read, Sekolah Guru Indonesia, Komunitas Media Pembelajaran, Rumah Dongeng Mentari dan Betabaca.id agar proyek ini bisa sukses.

Tujuan besar proyek pembuatan audio buku ini untuk meluaskan dan menggerakan masyarakat cinta membaca dengan tujuan-tujuan lainnya yaitu mengembangkan jaringan penggiat literasi (relawan), mengenalkan kesadaran literasi kepada masyarakat umum, dan memberikan ruang akses literasi kepada sekolah dan masyarakat terhadap audio buku.

Proyek audio buku disambut baik masyarakat, animonya luar biasa, sebanyak 816 para calon relawan mendaftarkan diri, dan 184 orang dinyatakan lolos mengikuti pembekalan selama tiga hari. Pembekalan audio buku diharapkan dapat memberikan gambaran utuh tujuan dan bagaimana para relawan dapat membuat audio buku berkualitas menggunakan aplikasi sederhana.

Materi proyek audio buku disampaikan Muhammad Shirli Gumilang, Manajer SLI, materi tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh relawan sehingga tujuan dari proyek buku tercapai. Adapun materi membacakan nyaring disampaikan Nurul Aeni, Koordinator Proyek Audio Buku.

“Upaya meningkatkan minat baca harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau penggiat literasi saja. Kita semua harus bersama-sama saling menggerakan,” ujar Shirli Gumilang. Selain Shirli dan Nurul, Elsa Agustine dari Lets Read Indonesia turut memperkenalkan aplikasi Lets Read dan cara mengoptimalkannya agar relawan memiliki referensi ketika membuat audio buku.

Di hari yang sama, para relawan dibekali bagaimana cara membuat audio buku menggunakan Power Point yang disampaikan Marlina Ayuningtias. Setelah diajarkan memaksimalkan Power Point, para relawan mengikiuti materi membuat digital mini library yang disampaikan Ira, Pegiat Literasi. Pembe

Serangkaian pembekalan diikuti relawan dengan antusias, Muhammad Shirli Gumilang yakin para relawan dapat membuat audio buku terbaik sesuai kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POST LAINNYA

Bantul,Yogyakarta – Dompet Dhuafa bersama  (KOMED) Komunitas Guru Media Pembelajaran   sebagai wadah belajar bagi para guru[…]